Eitsssss. jangan campur pangan yang mentah dan matang yaaaa!!!

Keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Cara penyimpanan bahan pangan yang kurang tepat dapat menyebabkan makanan cepat rusak, terkontaminasi bakteri, dan berisiko menimbulkan penyakit. Oleh karena itu, Puskesmas Pengasih II mengajak masyarakat untuk menerapkan kebiasaan menyimpan pangan secara aman dan benar di rumah.

Cara Menyimpan Pangan Agar Tetap Aman

Daging
Potong daging sesuai kebutuhan, simpan dalam wadah tertutup rapat, dan langsung masukkan ke dalam freezer. Cara ini membantu menjaga kualitas daging serta mencegah pertumbuhan kuman.

Ikan dan Seafood
Ikan dan hasil laut sebaiknya segera dibersihkan setelah dibeli. Untuk kerang-kerangan, dianjurkan direbus sebentar sebelum disimpan agar lebih awet. Simpan dalam wadah tertutup di freezer.

Telur
Telur dapat disimpan pada suhu ruang maksimal selama 7 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, simpan telur di dalam kulkas menggunakan wadah tertutup.

Sayur dan Buah
Simpan sayur dan buah terpisah dari bagian yang sudah busuk. Untuk memperpanjang daya simpan, cuci bersih terlebih dahulu, tiriskan, lalu simpan di tempat yang bersih dan sesuai jenisnya.

Tips Tambahan Penyimpanan Pangan

  • Jangan menyimpan makanan dingin atau beku di dalam mobil yang terkena sinar matahari langsung karena dapat mempercepat kerusakan pangan.

  • Setelah berbelanja, segera masukkan bahan pangan ke dalam kulkas atau freezer dan hindari menunda penyimpanan.

Penutup

Keamanan pangan dimulai dari kebiasaan kecil di rumah. Dengan penyimpanan bahan makanan yang benar, kita dapat mencegah penyakit, menjaga kualitas gizi, serta menciptakan lingkungan rumah tangga yang lebih sehat.

Puskesmas Pengasih II mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga pangan tetap aman agar masak makin tenang dan keluarga tetap sehat.