- oleh Pengasih2_KP2025
- 25 Juni 2026 10:51:14
- 5 views
Kedungsari, 24 Juni 2026 – Aparatur Kapanewon Pengasih mengikuti kegiatan Pengajian Aparat Kapanewon Pengasih yang diselenggarakan pada tanggal 24 Juni 2026 di Kalurahan Kedungsari. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pembinaan mental spiritual bagi aparatur pemerintah sekaligus momentum untuk menyambut dan mengisi Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan berbagai amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pengajian menghadirkan Ustadz Suryadi, S.Kel. (Sarjana Kelautan) sebagai narasumber. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan materi yang bersumber dari Kitab I'anatut Thalibin karya Syekh Bakri Syatha, yang berisi anjuran-amjuran amalan mulia yang dapat dilaksanakan oleh umat Islam dalam menyambut dan mengisi tahun baru Hijriah.
Dalam pemaparannya, Ustadz Suryadi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum muhasabah diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari pencapaian duniawi, tetapi juga dari kualitas hubungan dengan Allah SWT dan hubungan baik dengan sesama manusia.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah melaksanakan puasa sunnah, khususnya Puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram). Puasa ini memiliki keutamaan yang besar dan menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Muharram sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Selain puasa, peserta juga diingatkan untuk senantiasa menjaga shalat wajib serta memperbanyak shalat sunnah, seperti shalat Tahajud, Dhuha, dan Rawatib. Amalan-amalan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kualitas spiritual dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Materi berikutnya menekankan pentingnya silaturahim dengan keluarga, saudara, tetangga, dan lingkungan sekitar. Dalam ajaran Islam, silaturahim memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai sebab dipanjangkannya umur dan dilapangkannya rezeki. Oleh karena itu, peserta diajak untuk terus menjaga hubungan baik, mempererat persaudaraan, serta memperkuat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ustadz Suryadi juga menyampaikan anjuran untuk mengunjungi para alim ulama sebagai bentuk penghormatan kepada para pewaris ilmu dan sebagai sarana menambah wawasan keagamaan. Kehadiran ulama di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik dan sesuai dengan tuntunan agama.
Selain itu, peserta diajak untuk membiasakan diri menjenguk orang yang sedang sakit apabila terdapat kerabat, tetangga, atau masyarakat yang membutuhkan perhatian. Menjenguk orang sakit memiliki hikmah yang besar, yaitu memberikan semangat dan hiburan bagi orang yang sedang sakit, sekaligus menjadi pengingat bagi yang sehat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT.
Amalan lain yang turut disampaikan adalah mengusap kepala anak yatim, yang mencerminkan kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan perlindungan. Islam mengajarkan umatnya untuk memuliakan anak yatim serta memberikan dukungan moral maupun material sebagai bentuk kepedulian sosial yang bernilai ibadah.
Kegiatan pengajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Para peserta mengikuti materi dengan seksama serta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Momentum tahun baru Hijriah ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Pengajian Aparat Kapanewon Pengasih ini, diharapkan seluruh aparatur dapat menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam bekerja dan melayani masyarakat. Dengan memperkuat spiritualitas, menjaga silaturahim, meningkatkan ibadah, dan menumbuhkan kepedulian sosial, diharapkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Kapanewon Pengasih.