- oleh Pengasih2_KP2025
- 18 Februari 2026 09:36:07
- 23 views
WASPADA LEPTOSPIROSIS
Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya
Leptospirosis merupakan salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai, terutama di daerah dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik atau saat musim hujan. Penyakit ini termasuk zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Edukasi dan kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya penularan dan komplikasi yang lebih berat.
Apa Itu Leptospirosis?
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interrogans. Bakteri ini dapat hidup di ginjal hewan dan keluar melalui urine (air kencing). Hewan yang paling sering menjadi sumber penularan adalah tikus, namun hewan lain seperti sapi, anjing, dan kucing juga dapat menjadi pembawa bakteri ini.
Manusia dapat terinfeksi apabila bakteri masuk ke dalam tubuh melalui:
-
Luka terbuka pada kulit
-
Selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut
-
Kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan terinfeksi
Karena itulah, genangan air banjir, selokan, dan lingkungan yang kotor menjadi faktor risiko utama penularan leptospirosis.
Hewan Pembawa Leptospirosis
Beberapa hewan yang dapat menjadi sumber penularan antara lain:
-
Tikus
-
Sapi
-
Anjing
-
Kucing
Tikus merupakan reservoir utama karena hidup di lingkungan yang dekat dengan aktivitas manusia dan sering mencemari makanan atau lingkungan dengan urinenya.
Penyakit leptospirosis memiliki dua fase utama:
1. Fase Leptospiremia (Septisemik)
Fase ini merupakan tahap awal infeksi yang terjadi sekitar 2–14 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini, bakteri Leptospira berada di dalam aliran darah dan dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah. Gejala yang sering muncul antara lain:
-
Demam tinggi
-
Sakit kepala
-
Nyeri otot
-
Mual dan muntah
-
Mata merah
2. Fase Imun
Pada fase ini, bakteri mulai menyerang organ tubuh tertentu, terutama ginjal dan hati. Jika tidak ditangani dengan baik, leptospirosis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal, gangguan hati, hingga perdarahan.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih berat.
Pencegahan leptospirosis dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan.
1. Menjaga Kebersihan Diri
-
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
-
Mandi dan membersihkan tubuh secara rutin
-
Menutup luka terbuka dengan plester atau perban
2. Menjaga Kebersihan Lingkungan
-
Menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup
-
Membersihkan area rumah dengan disinfektan
-
Mengelola sampah dengan baik agar tidak mengundang tikus
-
Memastikan saluran drainase berfungsi baik untuk mencegah genangan air
3. Menghindari Kontak dengan Sumber Penularan
-
Hindari berenang atau bermain di air yang terkontaminasi
-
Hindari kontak dengan hewan yang terinfeksi atau urine hewan
-
Jangan menyentuh bangkai hewan dengan tangan kosong
-
Cuci buah dan sayur dengan air bersih
-
Konsumsi air minum yang bersih dan matang
4. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Saat berada di area yang berisiko terkontaminasi, gunakan sarung tangan dan sepatu boot karet untuk melindungi diri.
5. Vaksinasi Hewan Peliharaan
Pastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi sesuai anjuran dokter hewan.
Apabila muncul gejala seperti demam tinggi setelah kontak dengan air banjir atau lingkungan kotor, segera periksa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan ditularkan melalui urine hewan yang terinfeksi, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui air atau tanah yang tercemar. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kontak dengan sumber penularan, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala.
Mari bersama-sama meningkatkan kesadaran dan menjaga lingkungan tetap bersih agar terhindar dari leptospirosis. Hidup sehat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.